Bekal Makanan Favorit Saya di Gunung
Dulu saya sering bawa bahan masak yang ribet. Sekarang, makin simpel makin baik. Ini daftar bekal jujur saya biar perut aman.
Dulu saya tipe pendaki yang nyoba goreng ayam di camp. Spoiler: ribet, lama, dan minyak kemana-mana. Lama-lama saya belajar, kalau udah capek di ketinggian 3.000 meter, yang simpel itu yang terbaik. Ini isi tas logistik saya sekarang.
Aturan Main Saya
- Kalau masaknya lebih dari 10 menit, tinggalin di rumah.
- Bungkus-bungkus berat dibuang sebelum berangkat.
- Kenyang > Rasa (kadang-kadang).
Menu Klasik Saya
1. Sarapan: Oatmeal
Iya, bosenin. Tapi ini ringan dan anget. Saya campur bubuk coklat atau buah kering biar nggak kayak makan kardus bubur. Cuma ini yang bisa masuk perut jam 5 pagi sebelum summit attack.
2. Makan Siang: Roti & Selai Kacang
Nggak usah masak. Oles langsung makan. Emang bikin seret sih, jadi minumnya harus banyak, tapi ini bikin kenyang berjam-jam.
3. Makan Malam: Tuna Kaleng + Nasi Instan
Ini menu mewah saya. Tuna kaleng (yang ada minyaknya, buat kalori) dipanasin campur nasi. Anget, asin, berminyak—tepat seperti apa yang diminta badan abis keringetan seharian.
4. Cemilan
- Cokelat: Wajib hukumnya.
- Gula Jawa: Senjata rahasia. Potongan kecil kasih energi instan tapi nggak bikin ‘crash’ kayak permen gula biasa.
Saya naik gunung buat lihat pemandangan, bukan buat ikut MasterChef. Menu ini cukup buat bikin saya jalan terus!
Komentar
Komentar dimoderasi dan akan disetujui segera.
Memuat komentar...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan komentar