← Semua artikel

Gunung Tektokan Penyelamat Weekend Saya

Kalau lagi nggak punya waktu 3 hari buat cuti, 'tektok' jadi solusi buat kangen gunung tanpa ribet bawa tenda.

Gunung Tektokan Penyelamat Weekend Saya

Kadang hidup lagi sibuk-sibuknya, dan saya nggak bisa meluangkan waktu berhari-hari buat naik gunung. Di situlah “tektok” jadi penyelamat. Capek sih, naik-turun hajar terus, tapi worth it. Ini spot tektok andalan saya.

1. Gunung Papandayan: Pendakian Santai

Papandayan itu tempat saya kalau lagi pengen lihat pemandangan bagus tanpa menyiksa kaki. Hutan Matinya itu lho, magis banget. Biasanya saya cuma jalan sampai kawah, foto-foto, mungkin nanjak dikit lagi kalau lagi mood, terus turun ngopi di parkiran.

2. Gunung Bromo: Jalan Pagi di Mars

Kebanyakan orang naik jip. Saya pernah coba jalan kaki dari desa. Berdebu parah sih, tapi jalan di Lautan Pasir itu rasanya kayak lagi di Mars. Berdiri di bibir kawah denger suara gemuruh bumi itu bayaran lunas buat debu di sepatu saya.

3. Gunung Nglanggeran: Spot Sunset

Ini bukan gunung tinggi, ini gunung api purba. Jalurnya itu lompat-lompat batu dan nyelip di celah sempit. Seru banget. Saya suka ke sini sore-sore. Cuma sejam-an, pas banget buat ngejar sunset emas terus pulang makan malam.

4. Gunung Burangrang: Latihan Kardio

Kalau saya lagi merasa berdosa jarang olahraga, rute Legok Haji di Burangrang jadi pilihan. Nanjaknya nggak basa-basi, curam terus. Tapi cepet. 4 jam PP udah beres, kardio aman buat seminggu.

Kenapa Tektok? Rasanya murni mendaki. Nggak ada beban tas berat, nggak ribet pasang tenda. Cuma jalan dan nikmatin jalur.

Komentar

Komentar dimoderasi dan akan disetujui segera.

Memuat komentar...

Tinggalkan komentar